8,5 Jam Di Periksa KPK Terkait Kasus Suap Reklamasi, Richard Halim Bungkam

8,5 Jam Di Periksa KPK Terkait Kasus Suap Reklamasi, Richard Halim Bungkam

Bursa BolaBursabola.biz, Jakarta – Richard Halim Kusuma cuma diam selesai melakukan pemeriksaan di KPK berkaitan masalah sangkaan suap reklamasi. Dia selalu jalan dengan pengawalan menuju mobilnya.

Dari pantauan, Richard keluar sekitaran jam 17. 20 WIB serta melakukan kontrol mulai sejak jam 09. 09 WIB, Rabu (20/4/2016). Richard juga selalu bungkam serta masuk ke mobil Alphard putih B 88 IF, mobil yang sama yang dipakai Sugiyanto Kusuma dengan kata lain Aguan waktu di check KPK sekian waktu lalu.

Terlebih dulu Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati menyampaikan kontrol Richard untuk mengonfirmasi keterikatan dengan izin reklamasi yang didapatkan pada perusahaan PT Agung Sedayu Grup. Richard sendiri dikatakan sebagai bekas komisaris di perusahaan itu.

” Kita bakal memahami dahulu peran dari Richard ini serta dia dahulu sebagai bekas komisaris PT ASG perannya dia apa serta nanti kita bakal tanyakan berkaitan izin reklamasi yang didapat perusahaan itu, ” kata Yuyuk.

Terlebih dulu KPK tengah memahami masalah pertemuan dirumah Sugiyanto Kusuma dengan kata lain Aguan. Aguan pernah menjamu beberapa anggota DPRD DKI pada akhir 2015 lalu.

Nama yang dimaksud ada yaitu Ketua DPRD DKI Prasetio Edi Marsudi, Wakil Ketua DPRD DKI Mohammad Taufik, Ketua Fraksi Hanura DPRD DKI Muhammad Sangaji serta Ketua Panitia Spesial Reklamasi DPRD DKI Selamat Nurdin.

Aguan sendiri cuma bungkam waktu di tanya masalah pertemuan pada bulan Januari tersebut. Sesaat Wakil Ketua DPRD Jakarta, M Taufik juga diam seribu bahasa waktu dicecar masalah pertemuan dirumah Aguan.

Dalam masalah ini, KPK sudah mengambil keputusan 3 orang tersangka yakni M Sanusi sebagai Ketua Komisi D DPRD DKI serta Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land (PT APL) Ariesman Widjaja dan Trinanda Prihantoro sebagai Personal Assistant di PT APL. M Sanusi di tangkap pada Kamis (31/3) dengan sangkaan terima suap sebesar Rp 2 miliar yang didapatkan dalam 2 termin dari PT APL.