Ahok Di Antara Tanda Dukungan Dan Penjegalan

Ahok Di Antara Tanda Dukungan Dan Penjegalan

Bursa Berita – Bursabola.biz – Jakarta, Situasi hangat menyelimuti pertemuan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto atau Setnov. Keduanya ada dalam acara buka puasa berbarengan di gedung DPP Nasdem, Jalan RP Soeroso, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis 9 Juni 2016.

Tidak ketinggalan, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh sebagai tuan rumah menyongsong hadirnya ke-2 tokoh itu. Mereka bercengkrama penuh keakraban.

Selesai berbuka puasa berbarengan, ketiganya terlihat kompak keluar ruang VIP untuk hampiri beberapa massa media. Tanda support pada Ahok terpancar kuat dalam perkataan Setya Novanto. Dia memberikan pujian pada kerja riil Ahok dihadapan Surya Paloh.

” Ya Pak Ahok ini kan memanglah orang yang paling baik dalam misinya, dalam pekerjaannya, ” kata Setya yang kenakan batik merah marun itu.

Setnov yang mengakui sebagai teman dekat Gubernur Jakarta itu menilainya Ahok sukses dalam merampungkan beberapa masalah di Jakarta.

Yang pasti, dia pekerja keras, jujur, mulai sejak di DPR saya saksikan juga saat masihlah jadi anak buah saya kerjaannya benar-benar baik, ” kata Setnov.

Mendengar pujian itu, muka Ahok tampak memerah serta tersenyum. ” Bila Golkar mah dari dahulu orang Golkar dukung. Orang kita Golkar semuanya, ” ucap Ahok yang sempat juga dipilih sebagai anggota DPR RI 2009-2014 dari Partai Golkar.

Tetapi saat di tanyai selanjutnya, Ahok tidak menjawab dengan argumen bukanlah lah anggota partai.

” Saya anggota partai saja bukan? Bagaimana itu? Saya hari ini hanya berikan tau saja, ” ucap Ahok.

Amunisi Baru Ahok

Satu hari terlepas pertemuan itu, Partai Golkar segera menyebutkan dukungannya pada Ahok. Ketentuan itu mesti di terima semua kader beringin.

” Itu kan ketentuan DPP yang di ambil, semuanya kita mesti hormati sikap DPP walau itu perbincangannya di tingkat pimpinan partai. Sifatnya perbincangan support itu di tingkat ketua-ketua serta koordinator, ” kata Wakil Sekretaris ‎Jenderal DPP Partai Golkar Bowo Sidik Pangarso pada rekan kami di Jakarta, Jumat 10 Juni 2016.

Anggota Komisi VI DPR ini berujar, DPP Partai Golkar lihat sosok Ahok di rasa layak untuk di dukung kembali pimpin Ibu Kota‎ dari sebagian sudut pandang. ” Ya mungkin saja lantaran sebagian pandangan serta pandangan spesial dengan beragam pertimbangan, ” tutur dia.

Partai Golkar saat ini tengah merajut komunikasi secara intensif dengan Ahok berkaitan sikap partainya itu. Golkar juga tidak mempersoalkan ‎meskipun Ahok sudah menyebutkan diri maju lewat jalur berdiri sendiri atau nonparpol.

” Kita bakal deklarasikan Selasa minggu depan, ” kata Ketua DPP Partai Golkar Bagian Politik, Hukum serta Keamanan Yorrys ‎Raweyai waktu di konfirmasi bursa berita di Jakarta, Kamis 9 Juni 2016.

Atas ada amunisi baru untuk Ahok itu, Partai Nasdem serta Hanura mengakui suka. Golkar sebagai partai politik yang memiliki pengalaman pasti bisa lihat dengan cara jernih atas kemampuan Ahok untuk Jakarta. Serta itu pantas di dukung supaya ke depannya Ibu Kota semakin teratur.

Makin banyak partai politik pendukung jadi makin gampang jalan Ahok turut dalam Pilkada DKI Jakarta. Terkecuali itu‎, potensi Ahok kembali dipilih juga begitu besar bila di dukung banyak parpol.

” Prinsip yang Nasdem berikan pada Pak Ahok yaitu pembangunan fisik serta non fisik yang berkepanjangan dalam rencana menyejahterakan orang-orang DKI dengan cara rata, ” kata Ketua DPP Partai Nasdem Ir‎ma Suryani Chaniago waktu dihubungi di Jakarta, Jumat 10 Juni 2016.

Rasa sukur juga disibakkan Ketua DPP Partai Hanura Dadang Rusdiana. Dia mengharapkan, dengan merapatnya Golkar bakal bikin barisan pendukung Ahok makin rimbun. ” Itu pasti begitu kita perlukan, ” tutur dia mantap.

Bila dihitung dari perolehan kursi di DPRD DKI Jakarta, waktu dikombinasi ketiga mesin partai itu mempunyai 24 kursi. Partai Hanura 10 kursi, Nasdem ada 5 kursi serta Golkar miliki 9 kursi.

Meski panen support dari parpol, Ahok tidak tergoyahkan. Langkahnya maju dalam Pilkada DKI Jakarta bakal tetaplah ditempuh lewat jalur berdiri sendiri. ” Saya katakan, saya tak dapat diusung partai, ” kata Ahok di Balai Kota, Selasa 24 Mei 2016.

Basic mantan Bupati Belitung Timur kukuh lewat jalur berdiri sendiri itu untuk menghormati relawan TemanAhok yang telah menghimpun KTP support untuk dia. ” TemanAhok telah bekerja. Kami tidak ingin ngecewain mereka, ” tutur dia.

Tanda ‘Jegal’ Ahok

Terkecuali didukung kuat, tanda menjegal langkah Ahok juga diindikasikan datang dari Senayan. Ini menyusul pengesahan UU Pilkada pada Kamis 2 Juni 2016.

Dalam Pasal 48 ayat (a) serta (b) mengenai verifikasi administrasi itu menyebutkan KTP yang diperhitungkan hanya KTP yang tercatat di Daftar Pemilih Tetaplah (DPT) Pemilu paling akhir serta Daftar Masyarakat Mungkin Pemilih Penentuan dari Kemendagri (DP4).

Ketentuan itu pasti bikin beberapa pendukung calon petahana jadi bimbang. Sebab, pendukung mereka sebagian besar datang dari kelompok muda yang baru mempunyai hak suara.

Tetapi demikian, Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno meminta TemanAhok tidak butuh kuatir. Lantaran kebimbangan mereka tidak mempunyai basic yang kuat.

” Teman Ahok tak perlu bimbang bila beberapa pendukungnya dari kelompok pemula, memanglah mustahil terdaftar dalam DPT pemilu paling akhir lantaran yang berkaitan waktu itu belum miliki hak tentukan, ” kata Sumarno, dalam diskusi ‘Pertarungan Politik Pilkada’ di Jakarta, Sabtu (11/6/2016).

Walau tidak masuk dalam DPT pemilu terlebih dulu, terang dia, beberapa anak muda yang baru miliki hak nada telah masuk dalam Daftar Pendudukan Mungkin Pemilih Penentuan (DP4). Daftar itu di buat oleh Kementerian Dalam Negeri serta diserahkan ke KPU.

” KPU dalam verifikasi juga memicu DP4 yang didapat dari Kemendagri. Di DP4 pemilih pemula telah dimasukkan. Tak perlu cemas serta tak perlu bimbang, ” kata Sumarno.

Pasal lain yang masihlah mengganjal TemanAhok yakni berkaitan verifikasi faktual dengan cara sensus dengan menjumpai segera tiap-tiap pendukung calon yang menyerahkan KTP-nya. Bila tidak dapat didapati, jadi pasangan calon di beri peluang mendatangkan mereka di Kantor PPS kurun waktu tiga hari.

Wakil Ketua Komisi II DPR Lukman Edy mengungkap, verifikasi faktual itu 100 % disadur dari Ketentuan KPU (PKPU) Nomer 5. ” Kami masukan normanya. Itu diusulkan KPU, ” kata Lukman dalam diskusi Pertarungan Politik Pilkada, di Jakarta, Sabtu (11/6/2016).

Batas saat verifikasi faktual support calon perorangan cuma tiga hari. Pada ketentuan terlebih dulu, lama saat verifikasi meraih 14 hari.

Karenanya, dia menuding kalau penjegalan langkah Ahok di Pilkada DKI itu datang dari KPU. Tidak dari DPR. Lalu bagaimana sikap KPU atas tudingan itu?

” Fitnah itu dosa, terlebih di bulan Ramadan. Mustahil KPU lakukan penjegalan. Yang miliki kebutuhan perebutan kekuasaan itu bukanlah KPU. KPU itu wasit, ” terang Ketua KPUD DKI Jakarta Sumarno.