Ahok: Pembangunan Jakarta Milik Saya, Tentukan Syarat Peninggian Gedung

Pembangunan-Jakarta-Milik-Saya-Tentukan-Syarat-Peninggian-Gedung

Bursabola.biz, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) miliki penambahan langkah untuk pembangunan Ibu Kota. Ia memakai system premanisme legal untuk ‘memalak’ perusahaan atau pengembang yang bangun gedung.

Ahok akan mengizinkan pengembang yang menginginkan memberi Koefisien Luas Bangunan (KLB) memberi ketinggian gedung, seandainya mereka ingin berikan peran untuk pembangunan Jakarta.

” Anda bila ingin naikkin gedung KLB, umpamanya luas tanah 1 Hektare, KLB 5 anda bisa bangun 50 ribu meter persegi. Minta KLB jadi 7 bisa? Bisa, namun, ‘Hei, anda bayar. Jadi 7 kan lebih 2, 2 kali 10 ribu bermakna anda nambah 2 Hektare, seakan-akan anda miliki penambahan 2 Hektare ke langit, ‘, ” ungkap Ahok.

Hal itu dikatakannya dalam acara groundbreaking Flyover Semanggi, Jumat (8/4/2016). KLB sendiri adalah keseluruhan optimal luas bangunan dibanding luas tanah. Ini adalah sisi pertama dari empat ketentuan yang perlu dipenuhi sebelumnya mendesain bangunan.

Ahok juga berkelakar, pengembang bisa memberi ketinggian sampai setinggi langit. Tetapi pasti ada prasyaratnya.

” Langit miliki siapa? Yang dibawah kuasa pemerintah dong sesuai sama undang-undang. Air, tanah, hawa dikuasai negara serta dipakai untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat, ” kata Ahok.

” Jadi anda (pengembang) harus bayar nih ke saya. Langit Jakarta miliki saya, ayah serta ibu. Namun hawa tidak dapat di jual. Bayarnya gunakan duit? Tidak bisa. Bayarnya gunakan pembangunan yang saya tunjuk-tunjuk, ” imbuhnya.

Bekas Bupati Belitung Timur itu juga langkah pembayaran keunggulan KLB yang ia prasyaratkan yaitu dengan bangun infrastruktur di Jakarta. Lalu juga kalau gedung-gedung itu juga ingin dilalui oleh transportasi massal seperti MRT serta LRT.

” Ingin bangun hingga langit juga tidak apa-apa. Namun tambahin dong buat Pemda. Anda bayarnya bukanlah berbentuk uang namun berbentuk bangunan, ” ucap Ahok.

Jenis ‘premanisme legal’ itu telah mulai digerakkan Pemprov DKI. Bahkan juga proyek pembangunan Jembatan Semanggi baru diresmikan Ahok untuk selekasnya diawali itu juga hasil ia memalak dari satu perusahaan Jepang.

” Ini kan Mori dari Jepang, ingin naikkin gedung dekat Benhil bisa tidak? Bisa. setinggi langit juga bisa, namun dibayar dong. Tempo hari beberapa kalkulasi dia mesti bayar Rp 800 M. Ya janganlah masukin ke APBD dong, kalian yang garap (pembangunan Flyover Semanggi), agar tidak ribet kita, ” jelas suami Veronica Tan itu.

Dari hasil berikan izin penambahan KLB, Ahok mengakui telah memperoleh untung besar dengan perhitungan sekitaran Rp 4 triliun. Dari hasil itu, ia juga bakal memalak pihak pengembang untuk bangun beberapa infrastruktur.

” Saat ini dimana telah ada pengembang yang berani minta menambahkan KLB, terlebih yang melalui jalur-jalur transportasi massal seperti berbasiskan rel, MRT atau LRT, atau kereta api. Jadi mereka bisa menaikan hingga maksimum 14, ” papar Ahok.

” Saat dia naikkan dia mesti bayar. Bayar kami bukanlah berbentuk duit. Ini namanya peran penambahan, yang kami buat. Berapakah %? ada rumusmya, dikalikan NJOP. Seperti saat ini kami sudah bisa cadangan duit Rp 4 T untuk bangun, ” tambah dia.

Untuk pembangunan sendiri, Ahok merencanakan menginginkan mengerjakan lokasi Kota Tua serta Monas. Sesaat dengan dana APBD, Pemprov DKI saat ini tengah bangun 9 simpang baik jalan layang ataupun terowongan.

” Tahun ini bakal usai. Bila kalian saksikan di Kuningan, sama di Permata hijau, dapat diliat bermanfaatnya jalan yang kami bangun. Tahun ini kami bakal bangun 9. Sama seperti rusun tahun ini 20,188 unit. Tahun depan mungkin saja 56 ribu unit kita bakal bangun rusun, ” jelas Ahok.

Terasa miliki cadangan duit banyak, Pemprov DKI juga disebutnya menginginkan jumawa. Ahok menyebutkan kalau DKI sebagai lokasi kaya hingga tidak segan jor-joran dalam tentang pembangunan.

” Kami ingin beli sisa Kedubes Inggris, ingin buat taman. Bila orang antri nunggu di situ saja. Paling Rp 500 M. masihlah kecil. Kaya kok kita. Maka dari itu bila orang katakan saya arogan, ya memanglah, orang kita kaya kok, ” tutup bekas politisi Partai Gerindra itu.