Ahok Tidak Setuju Pelaku Kejahatan Seksual Di Hukum Kebiri

Ahok Tidak Setuju Pelaku Kejahatan Seksual Di Hukum Kebiri

Bursa Berita – Bursabola.biz, Ramainya masalah kekerasan seksual pada anak bikin pemerintah pusat mencari hukuman yang bisa bikin dampak takut untuk pelaku, salah nya ialah hukuman kebiri. Gubernur DKI Jakarta mengakui tak sepakat dengan aplikasi Ketentuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) mengenai hukuman kebiri untuk pelaku kejahatan seksual.

” Saya, itu dapat berdebat ya. Saya sangka inti permasalahan bukanlah di situ sebenarnya. Sama juga seperti kita berdebat, orang bisa dibunuh tidak, hukum mati tidak bila bawa narkoba? Dapat bertentangan, ” kata Ahok di Balai kota, Jakarta, Selasa (24/5).

Ahok mengakui lebih pilih pilihan hukuman seumur hidup dengan prasyarat tidak ada remisi. Argumennya yaitu supaya pelaku mempunyai peluang untuk bertaubat.

” Bila saya pasti berpedoman hukum seumur hidup. Hingga ada peluang dia untuk bertobat. Dapat pula orang itu sesudah bertobat dia dapat mempertobatkan orang lain didalam. Itu tambah baik, ” tuturnya.

Menurut dia, hukuman seumur hidup jauh tambah baik. Lantaran, lanjut Ahok, bila pelaku di beri hukuman mati jadi perkara yang dikerjakannya bakal usai hingga di situ.

” Namun bila dibunuh juga sangat gampang. Bila kita ingin fikir jahat juga segera dibunuh juga keenakan dia, segera usai, ” pungkas Ahok.

Seperti di ketahui, usaha membuat perlindungan anak-anak dari beberapa paedofil diakukan serius oleh pemerintah. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengklaim penerbitan Perppu (Ketentuan Pemerintah Pengganti Undang-Undang) tinggal menanti tanda tangan Presiden.

” Insya Allah tinggal menanti tanda tangan Presiden serta pada saat sidang sidang bakal diteruskan ke DPR, dan didalam Perpu dimandatkan Ketentuan Pemerintah (PP), ” tutur Mensos di acara Wantimpres di Jakarta, Kamis (19/5).

Terkecuali Perppu, draft revisi undang-undang mengenai perlindungan anak juga telah disediakan. Dalam draft itu dibicarakan pemberatan hukuman serta penambahan hukuman untuk pelaku pedofil di Pasal 81 serta 82.

” Pada revisi ke-2 dari UU perlindungan anak di Pasal 81 serta 82. Sedang, untuk revisi pertama yaitu pada UU No 35 Th. 2014, ” paparnya.