Bareskrim Selidiki perkiraan “Hate Speech” oleh Yusron tentang Ahok

Bareskrim-Selidiki-Perkiraan-"Hate-Speech"-oleh-Yusron-tentang-Ahok

Bursa Berita – Penyelidik Badan Reserse Kriminal Polri menindaklanjuti laporan Komunitas Relawan Basuki Tjahaja Purnama Mania (BATMAN) terhadap Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Yusron Ihza Mahendra.

Dia dilaporkan atas tuduhan menyebarkan ujaran kebencian dikarenakan mendiskriminasi etnis tertentu. Diketahui, Yusron mengupload komentar bernada SARA yang berkenaan dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab dikenal dengan Ahok.

” Beberapa hari sudah dilimpahkan ke teman penyelidik dan sedang didalami laporannya, ” ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigjen Agus Rianto di Mabes Polri.

Yusron dilaporkan pada tanggal 1 April 2016 lalu. Dikarenakan baru dilimpahkan, Bareskrim belum mengecek sejumlah saksi yang berkaitan dengan sangkaan itu.

Kalaupun Yusron nantinya dimintai keterangan, penyelidik tidak akan menjumpai kesusahan berarti.

” Mekanismenya ada itu telah dipahami teman-teman penyelidik. Apalagi beliau sedang bertugas di luar Indonesia, ” ujar Agus.

Agus mengemukakan, biarpun tidak ada di Indonesia, Yusron tetap dapat dimintai keterangan lewat kecanggihan teknologi. Bisa melalui video conference atau penyelidik bakal mendatangi Yusron langsung ke Jepang.

” Perizinannya seperti apa, teman penyidik telah tau. Sekarang laporan masih didalami, ” ucap dia.

Yusron sempat berkicau di akun Twitter-nya, @YusronIhza_Mhd. Tweet bernada SARA yang diperuntukkan ke Ahok itu dipublikasikan pada tanggal 28 Maret 2016 lalu.

Dalam kicauannya, Yusron menyoroti kepemimpinan Ahok yang dianggapnya terlalu bersikap arogan.

Berdasarkan Yusron, kepemimpinan Ahok yang arogan memiliki peluang membahayakan penduduk kecil yang beretnis sama dengan Ahok.

Pernyataannya itu mengimbuhkan pernyataan eks Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat Letnan Jenderal (Purn) Johannes Suryo Prabowo yang juga sempat melontarkan hal yang serupa.

Silahkan Daftar