Benarkah Siapapun Tidak Bakal Mampu Saingi Ahok di Jakarta?

Benarkah Siapapun Tidak Bakal Mampu Saingi Ahok di Jakarta?

Bursa BeritaBursabola.biz, Jakarta – Calon petahana Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) telah memutuskan mengikuti persaingan Pilkada 2017 2017 mendatang. Tetapi kendaraan untuk majunya masih belum bisa dipastikan, meskipun sudah mendapatkan 1 juta KTP dan tiga partai pendukung, Nasdem, Golkar dan Hanura.

Partai-partai lain beradu taktik, dan memantapkan rencana mereka. Membuka penjaring demi mendapatkan sosok pemimpin yang bakal diusung menjadi Cagub DKI Jakarta.

Beberapa nama akhirnya muncul untuk bisa bersaing dengan Ahok. Di antaranya, Djarot Syaiful Hidayat, Tri Rismaharini, Yusril Ihza Mahendra, Sjafrie Samsudin dan Sandiaga Uno.

Akan tetapi, benarkah siapa pun tidak bakal mampu saingi Ahok di Jakarta?

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menegaskan, demokrasi di Indonesia amat dinamis. Sehingga tidak ada kata pasti menang dalam Pemilihan Umum (Pemilu) ataupun Pemilihan Kepala Daerah (Pilakada).

“Tau enggak yang gak bisa dikalahin cuma Tuhan, selama dia manusia pasti bisa kalah, biasa selama demokrasi dilaksanakan tidak curang dan fair,”ucapnya, Kamis (21/7) malam.

Menurutnya, contoh paling kuat merupakan saat Pilkada DKI Jakarta 2012. Saat itu Joko Widodo yang datang dari Solo menantang calon inkumben Fauzi Bowo.

Saat itu, Siti menceritakan, Fauzi Bowo atau sering disapa Foke mempunyai hubungan yang dekat dengan birokrasi dan organisasi masyarakat. Bahkan hampir semua partai mendukung pria berusia 68 tahun ini.

Tapi ketika pemilihan dilakukan, ternyata kenyataan berkata berbeda. Jokowi dapat menyaingi Foke dan akhirnya menjadi Gubernur DKI Jakarta.

“Apa artinya Jokowi dibandingkan Foke, inilah demokrasi amat tidak dapat diprediksi, masyarakat jangan disangka tidak cerdas,”jelasnya.

Partai juga mempunyai andil besar dalam mengusung seseorang sampai mampu mendapatkan kursi DKI 1. Dengan rencana yang baik, cerman dan terukur membuat langkah calon Gubernur DKI Jakarta bakal semakin lurus.

“Saya pikir gak ada yang menjamin Pak Ahok mampu menang. Sekarang itu bukan melalui DPRD, selisih satu suara saja menang kok,”ucapnya.

Kemudian, langkah Ahok bakal semakin sulit mengingat kemungkinan bakal terjadinya koalisi gemuk di Pilkada DKI 2017 nanti. Beberapa partai dengan icon tertentu tidak dapat memutuskan mendukung mantan Bupati Belitung Timur ini.

“Kalau enggak, dia blunder nanti di 2019. Partai yang mempunyai icon tersendiri tidak gegabah lantaran bagaimana-pun juga mereka juga punya calon hebat,”tutupnya.