Digiring Polisi Kembali ke Polda Metro Jaya, Sumringah Alfian Tanjung Berubah Menjadi Kekecewaan Berat

Digiring Polisi Kembali ke Polda Metro Jaya, Sumringah Alfian Tanjung Berubah Menjadi Kekecewaan Berat

Bursa Berita – Bursabola.biz, Setelah di vonis bebas oleh pihak majelis hakim yang ada di Pengadilan Negeri Surabaya, kini Alfian Tanjung harus kembali digiring oleh pihak polisi. Seperti yang diinformasikan Alfian baru saja melangkahkan kaki sejarak 2 meter dari pintu keluar Rutan Medaeng, namun langkah Alfian harus terhenti pada Rabu siang, (06/09/2017) sekitar pukul 18.00 WIB.

Di depan langkahnya tersebut, tim kuasa hukum malah tengah berdebat dengan Direktur Ditreskrimum Polda Jatim, Komisaris Besar Polisi Agung Yudha Wibowo, yang mana telah menyerahkan surat penahanan untuk perkara di Polda Metro Jaya Jakarta.

Sekitar 15 negosiasi, Alfian pun harus dibawa kembali oleh pihak polisi ke Polda Jatim. Untuk jarak tempuh Rutan Medaeng menuju Mapolda Jatim kurang lebih sekitar 45 menit. Setelah diperiksa kurang lebih 2 jam di Mapolda Jatim, pukul 21.00 WIB Alfian Tanjung pun langsung dibawa ke Bandara Internasional Juanda Surabaya untuk kemudian diterbangkan ke Jakarta.

Alfian yang saat itu masih menggenakan peci dan jaket hitam hanya bisa berkomentar sedikit ketika ditanya oleh pihak wartawan soal perkara yang membelitnya tersebut.

“Tanya saja ke polisi,” ungkap Alfian, pada Rabu malam.

Sewaktu berada di mobil, Alfian pun duduk di bangku yang mana tengah diapit langsung oleh dua polisi. Delapan mobil yang berpenumpang polisi diketahui mengawal mobil yang membawa Alfian dari Mapolda Jatim menuju bandara. Sedangkan bagi keluarga dan tim kuasa hukum Alfian Tanjung terlihat menumpangi mobil lain.

“Benar tadi malam dijemput oleh Polda Metro di bandara,” ucap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera ketika dikonfirmasi melalui pesan singkat oleh pihak awak media wartawan, pada Kamis (07/09/2017).

Merujuk pada insiden tersebut, kuasa hukum dari Alfian Tanjung yakni Abdullah Alkatiri mengaku sangat kecewa dengan penahanan kliennya tersebut, yang menurutnya nonprosedural. Kliennya tersebut juga menolak teken berita acara penahanan.

Soal mengenai perkara kliennya, dirinya mengakui bahwa di Polda Metro Jaya sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan sebuah partai politik dengan tuduhan pencemaran nama baik melalui akun media sosial.

Alkatiri sendiri juga mengaku akan bermusyawarah kembali dengan seluruh tim kuasa hukum untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya, termasuk apakah akan mengajukan praperadilan atau tidak.

“Kami ini kan tim, jadi kami pastinya akan bermusyawarah dulu langkah apa selanjutnya yang harus ditempuh,” ucap Alkatiri menjelaskan.