Ditahan KPK, Setya Novanto Kirimkan Surat Sakti Kepada Fraksi Golkar

Ditahan KPK, Setya Novanto Kirimkan Surat Sakti Kepada Fraksi Golkar

Bursa Berita – Bursabola.biz, Tersangka atas kasus dugaan korupsi e-KTP yakni Setya Novanto (Setnov) diketahui telah mengirimkan surat saktinya kepada pihak Fraksi Golkar untuk meminta agar tidak dilengserkan posisi jabatan dirinya dari Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar. Tentunya surat yang dikirimkan tersebut seakan menggambarkan bahwa dirinya masih belum mau untuk lengser dari kursi kepemimpinannya saat ini.

Berdasarkan penuturan dari pihak Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus menilai bila surat yang ditujukan oleh Setnov sangatlah menikmati jabatan prestisius sebagai salah seorang Ketua DPR dan Ketua Umum Partai Golkar. Setnov sendiri terlihat belum mau mundur meskipun sudah jelas bila dirinya telah ditahan oleh KPK.

Dengan adanya ambisinya tersebut, seolah Setnov menunjukkan bila dirinya bukan seorang pemimpin yang menganggap kekuasaan itu bukan lagi sebagai sebuah amanah dari orang-orang yang dipimpinnya. Keinginan untuk terus berkuasa hanya karena kekuasaan itu memberinya reflek kenikmatan bagi dirinya sendiri saja tanpa memperdulikan orang lain disekitarnya.

Selain itu Lucius juga melihat, bila Setnov tersangkut kasus korupsi e-KTP sering kali melakukan upaya penghindaran dengan cara menggunakan kekuasaannya untuk terlepas dari jeratan hukum yang ada. Seakan tidak melihat lagi aspirasi publik yang memintanya legowo meninggalkan dua jabatan yang telah dipegangnya tersebut.

Seperti yang diketahui bila surat sakti yang dikirimkan pada Selasa (21/11) dari balik tahanan KPK tersebut dinilai merupakan sikap otoriter. “Dirinya menjalankan kepemimpinannya hanya untuk dirinya sendiri. Karena yang dipimpin sudah kehilangan kepercayaan yang ada terhadapnya, maka keputusannya pun sudah kehilangan legitimasi. Maka tentunya dalam sejarah yang ada, penguasa yang haus dan ingin mempertahankan kekuasaan sekalipun sudah kehilangan kepercayaan dari rakyat tentunya semuanya itu dilakukan dengan cara pintas seperti menggunakan otorisasi yang ada.






Related News

  • Dua Terduga Teroris di Palembang Terciduk Densus 88, Waspada! Enam Orang Masih Buron
  • Tau Rasa! Ketua RT Pelaku Persekusi 2 Sejoli di Tangerang Divonis 5 Tahun Penjara
  • Kompol Fahrizal Tega Tembak Adik Iparnya, Apa Benar Ada Bisikan Gaib?
  • Jaga Mulut Pelihara Lidah, Arseto Suryoadji Yang Koar-Koar Tudingan ke Jokowi Ditetapkan Menjadi Tersangka
  • Surplus Dana Rp 19.2 Triliun, Pemerintah Hong Kong Bagi-Bagi Uang Kepada Warganya
  • Sempat Viral di Jagat Maya, Ular King Kobra Jumbo Temuan Made Telah Dilepas Liarkan, Kemana?
  • Harga Pembelian dan Penjualan Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram di Perdagangan Selasa
  • Gagal Lolos Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Sumut, JR Saragih Malah Terancam Bui 8 Tahun