KPK Sindir Setnov Untuk Tidak Menghindari Proses Hukum Dengan Memainkan Drama

KPK Sindir Setnov Untuk Tidak Menghindari Proses Hukum Dengan Memainkan Drama

Beritaterkini.org – Berita Terkini,  Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kali ini telah meminta kepada seluruh pihak agar tidak menggunakan alasan sakit yang diderita untuk yang namanya menghindari proses hukum yang ada. Selain itu, terlihat Imbauan yang dikonfirmasikan tersebut menyusul dengan adanya drama persidangan yang dilakukan oleh Setya Novanto pada Pengadilan Tipikor, Rabu (13/12/2017) kemarin.

Dengan adanya persidangan yang dimulai pada sekitaran pukul 10.30 WIB hingga 21.10 WIB, Setya Novanto sendiri tidak merespons terkait dengan adnaya pertanyaan yang diajukan oleh majelis hakim. Ketika itu, Ketua DPR sedang duduk dengan kepala tertunduk yang ada kursi terdakwa tanpa menjawab adanya pertanyaan dari majelis hakim.

“Kami juga berharap agar ke depan jadi pembelajaran bagi semua pihak yang jadi tersangka, terdakwa atau bahkan saksi agar tidak selalu menggunakan alasan sakit sebagai salah satu alasan untuk dapat menghindari atau menunda proses hukum yang ada,” ungkap juru bicara KPK, Febri Diansyah, pada Kamis (14/12/2017).

Dan yang lebih lajutnya lagi, Febri juga mengingatkan agar seluruh jejaran pihak dapat taat dalam mengikuti proses hukum tanpa harus mencari upaya untuk menghambat dengan cara-cara tertentu. Sebab, imbuhnya, upaya menghambat proses hukum memiliki risiko pidana sendiri yang dapat menjerat lebih dalam.

Apalagi menurut Febri, menurut dokter yang berasal dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) dan juga dokter yang bertugas di KPK telah mengungkapkan bila kondisi dari terdakwa Setnov atas kasus korupsi e-KTP itu dalam kondiski yang stabil dan sehat dan pastinya layak untuk dihadirkan pada persidangan yang ada.

“Kami pastinya percaya dengan contoh yang diberikan IDI dan RSCM, hal tersebut tidak perlu terjadi di dunia medis. Apabila memang terjadi hal berupa kondisi yang benar-benar sakit tentu akan ada hasil pemeriksaan yang objektif yang terlihat,” bebernya.

Seperti yang diketahui bila Setya Novanto saat ini telah diketahui memperkaya diri sendiri sebesar USD 7.3 juta dan juga mendapat jam tangan mewah Richard Mille seharga USD 135 ribu terkait proyek e-KTP.

Selain itu, Setya Novanto juga didakwa dengan pasal 2 ayat 1 atau pasal 3 undang-undang nomor 31 tahun 1999 tentang adanya pemberantasan tindak pidana korupsi yang sebagaimana diubah dengan adanya undang-undang nomor 20 tahun 2001 Juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.






Related News

  • Surplus Dana Rp 19.2 Triliun, Pemerintah Hong Kong Bagi-Bagi Uang Kepada Warganya
  • Sempat Viral di Jagat Maya, Ular King Kobra Jumbo Temuan Made Telah Dilepas Liarkan, Kemana?
  • Harga Pembelian dan Penjualan Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram di Perdagangan Selasa
  • Gagal Lolos Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Sumut, JR Saragih Malah Terancam Bui 8 Tahun
  • Benarkah Diluar Prabowo, Anies Baswedan Berpotensi Menjadi Lawan Terberat Jokowi di Pilpres 2019 ?
  • Miris! Menikah Tinggal Hitungan Hari, Calon Suami Malah Tewas Dijemput Ajal, “Mau Diapakan Gaun Pengantinku Bang”
  • Bersiaplah! BPJS Sudah Mulai Buka Peluang Lowongan Kerja Tahun 2018
  • Presiden Guatemala Instruksikan Pemindahan Kedutaan Negara Israel ke Jerusalem