Lulung Harap Ahok Memakai Rompi Orange

Lulung-Harap-Ahok-Memakai-Rompi-Orange

Bursabola.biz – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok penuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kantor instansi anti rasuah itu di Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (12/4/2016 tempo hari. Ahok disuruh keterangannya berkaitan pembelian beberapa tempat Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemerintah Propinsi DKI pada 2014.

Pemprov DKI Jakarta di ketahui beli beberapa tempat RS Sumber Waras seharga Rp 755 miliar pada akhir 2014. Tetapi, berdasar pada laporan hasil kontrol (LHP) Tubuh Kontrol Keuangan (BPK) untuk Propinsi DKI tahun 2014, ada tanda-tanda kerugian daerah Rp 199 miliar dalam sistem pembelian tempat yang gagasannya bakal dipakai untuk pembangunan RS kanker serta jantung itu.

Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan, KPK tengah berusaha memperbandingkan temuan BPK serta info yang didapatkan Ahok.

” Kami coba meng-crosscheck, kan telah kami pegang data audit dari BPK. Di tanyakan, ketentuan yang digunakan BPK untuk bikin itu apakah telah sesuai sama, ” kata Agus di Gedung KPK, Selasa siang.

Waktu tahu Ahok datang ke KPK, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana mulai bicara. Lulung, sapaan Lunggana, yang sampai kini di kenal vokal mengkritik Ahok mengapresiasi KPK yang pada akhirnya mulai aktif mengusut masalah yang dilaporkan oleh beberapa anggota DPRD DKI, tidak kecuali dianya itu.

” Saya berharap penegak hukum di Indonesia dapat jujur. Dengan hal tersebut, rakyat sebagai pembayar pajak dapat senang, ” tutur Lulung di Gedung DPRD DKI, selang sebagian jam sesudah Ahok disuruh info.

Lulung menerangkan tentang mala-administrasi berkaitan sistem pembelian tempat RS Sumber Waras. Umpamanya saja, ada surat pembatalan pembelian tempat RS Sumber Waras oleh Ciputra pada 11 Desember 2014.

Tetapi, ada surat ketentuan (SK) gubernur mengenai penunjukan tempat RS Sumber Waras pada 10 Agustus 2014. Sewajarnya, kata dia, SK itu keluar setelah surat pembatalan pembelian tempat keluar, yakni sesudah 11 Desember 2014.

Diluar itu, ada juga surat keinginan uji umum dari Dinas Kesehatan pada tanggal 10 Desember 2014. Tetapi, surat itu usai di buat pada 8 Desember 2014.

” Ini banyak aneh, tidak bisa. Ini ada kemauan jahat, ” tutur Lulung.

Rompi Oranye

Lulung meyakini Ahok bersalah dalam pembelian tempat RS Sumber Waras. Sedemikian yakinnya, ia bahkan juga yakin KPK bakal segera menggunakankan rompi oranye pada Ahok dengan kata lain menetapkannya sebagai tersangka pada pemanggilan pertamanya tempo hari.

” Semula saya gelap gulita masalah ini. Lantaran di check Bareskim 7 kali, di BPK 6 kali, jadi saya ketahui, nih. Bila saya jadi KPK-nya, Ahok hari ini tidak pulang, segera saya pakaikan pakaian oranye, ” tutur Lulung.

Keinginan info pada Ahok berjalan sepanjang kurang lebih 12 jam. Ahok yang tampak mulai masuk Gedung KPK jam 09. 15, baru keluar pada sekitaran jam 21. 30. Walau disuruhi info sepanjang 12 jam, waktu keluar Ahok masihlah kenakan batik lengan panjang, baju yang sama dengan waktu ia datang saat pagi harinya. Tidak terlihat ada rompi oranye seperti yang diperkirakan Lulung.

Pada beberapa wartawan, Ahok mengakui dicecar 50 pertanyaan sepanjang 12 jam disuruhi info. Ia menuding BPK tak mengemukakan data yang benar dalam audit mereka berkaitan pembelian tempat RS Sumber Waras.

” Yang tentu, saya sangka BPK sembunyikan data kebenaran, ” kata Ahok.

Menurut Ahok, BPK juga memohon Pemprov DKI membatalkan pembelian tempat RS Sumber Waras. Ahok menilainya keinginan itu mustahil dapat dikerjakan.

” Lantaran pembelian tanah itu dengan jelas serta tunai. Bila dibalikin, mesti jual balik. Bila jual balik, ingin tidak Sumber Waras beli harga baru? Bila gunakan harga lama, kerugian negara. Itu saja, ” tutur Ahok.

Ia tidak ingin berkomentar banyak. Ia menyebutkan tidak ingin mengungkapkan materi kontrol. Hingga tulisan ini di turunkan, belum ada respon resmi dari KPK ataupun BPK berkaitan tudingannya ini.