Lulung Ingatkan ” Rekan Ahok ” Tidak Gunakan Aset DKI sebagai Markas

Lulung Ingatkan " Rekan Ahok " Tidak Gunakan Aset DKI sebagai Markas

Bursa Berita – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta yang juga jadi Ketua DPW PPP, Abraham (Lulung) Lunggana mengingatkan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok tidak untuk memakai aset Pemerintah Propinsi DKI Jakarta sebagai markas ” Rekan Ahok “.

” Saya kan tidak ingin berkelakar lagi dengan beberapa masalah Ahok, saya hanya ingin mengingatkan sudahlah mereka (Rekan Ahok) mencari tempat yang lain, ” tuturnya di kantor DPP PPP, Jalan Dipenogoro, Jakarta Pusat, Sabtu (19/3/2016).

Lulung menjelaskan, semestinya Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta tak memakai aset punya Pemprov untuk masalah pribadinya. Menurutnya, Ahok dapat dipakai sanksi lantaran pelanggaran berkaitan gratifikasi.

” Ini menggunakan sarana pemerintah, ada sanksinya itu, termasuk juga gratifikasi itu. Malu sama rakyat. Tuturnya ingin menghemat, tidak ingin buang-buang duit untuk partai namun memakai aset pemerintah, ” kata Lulung.

Ahok terlebih dulu membetulkan kalau Sekretariat Rekan Ahok serta instansi survey Cyrus Network ada diatas tempat punya Pemerintah Propinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

” Iya (tempat) itu miliki Pemda (Pemprov) DKI, kompleks DPRD. Lalu, itu dikerjasamakan dengan PT Sarana Jaya, bila tidak salah, ” kata Ahok di Balai Kota, Jumat tempo hari.

Ahok menerangkan, tempat itu adalah aset Tubuh Pengelola Keuangan serta Aset Daerah (BPKAD) DKI. Ia menyampaikan, pengelolaan tempat itu telah digerakkan lewat kerja sama dengan adanya banyak pihak swasta.

Perusahaan swasta tersebut yang menyewakan beberapa tempat tinggal disana. Markas itu terdapat di Kompleks Graha Pejaten, Jakarta Selatan. Mengenai Rekan Ahok adalah komune pendukung Ahok untuk maju lewat jalur berdiri sendiri pada Pilkada DKI 2017.