Menunggu Sikap PDI-P dan Ahok Untuk Pilakada DKI 2017

Menunggu Sikap PDI-P dan Ahok Untuk Pilakada DKI 2017

Bursa BeritaBursabola.biz, Jakarta – Lebaran 1 Syawal telah berlalu. Kepastian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama apakah akan maju pada Pilkada DKI 2017 memakai jalur parpol atau independen masih belum terjawab.

PDI-Perjuangan, satu-satunya partai politik yang dapat mengusung pasangan cagub-cawagub juga belum menyebut siapa calonnya. Dua pertanyaan itu masih sedang ditunggu-tunggu warga Jakarta.

Sebelumnya, Ahok, bakal memutuskan seusai hari raya Idul Fitri 1437 Hijriah atau usai Lebaran. Ahok menyebut akan makan ketupat di Belitung Timur terlebih dahulu untuk memutuskan apakah bakal manju menggunakan jalur independen atau partai politik.

Tetapi, usai Lebaran, dia belum menegaskan soal keputusannya. Malah cenderung berkilah.

“Kan sekarang masih bulan Syawal kan? Masih Lebaran,”kata Ahok, di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (15/7/2016).

Ahok menyebut dia akan halal bihalal terlebih dahulu bersama “Teman Ahok” dan tiga partai pendukungnya, yakni partai Hanura, Nasdem, dan Golkar. Rencananya halal bihalal dilaksanakan pada pekan depan.

“Ya kami mau diskusilah mana jalur politik yang terbaik,”kata Ahok.

Teman Ahok sudah mengumpulkan persyaratan satu juta data KTP. Dukungan tiga parpol juga sudah mencukupi untuk mengusung Ahok maju pada Pilkada DKI Jakarta 2017 mendatang.

PDI-P sampai saat ini belum mengumumkan bakal calon gubernur pilihannya. Djarot Saiful Hidayat, Wakil Gubernur DKI Jakarta yang juga Ketua DPP PDI-Perjuangan, belum memberi jawaban calon kuatnya.

Djarot pernah menyebut PDI-Perjuangan bakal mengumumkan siapa calon itu usai Lebaran. Tetapi, ternyata keputusan partai politik pimpinan Megawati Soekarnoputri itu belum memutuskan.

“Saya pingin tanya, Lebaran di Jakarta sama kampung beda enggak ya? Kalau Lebaran di tempat saya, 1 syawal sampai 30 syawal ity ya Lebaran. 1 syawal itu masih awal Lebaran,”ucap Djarot.

Dia mengatakan, DPP PDI-Perjuangan sedang mencari nama-nama bakal calon gubernur yang ikut dalam penjaringan.

Menurut dia, DPP PDI-perjuangan berhak memasukkan nama lain selain yang mengikuti penjaringan di DPD PDI-Perjuangan DKI Jakarta.

Sehingga, siapapun masih berkesempatan untuk diusung oleh partai asuhan Megawati Soekarnoputri itu.

“Sebelym mendaftar ke KPU DKI itu masih ada kesempatan, yang tidak ada kesempatan merupakan saat sudah pendaftaran. Jadi sebelum ada pendaftaran, semua kesempatan masih terbuka,”ucap eks Wali Kota Blitar itu.