Sembarangan Sebarkan Foto Hoax, Tifatul Terima Ganjaran Dengan Dilaporkan Oleh LBH KPK

Sembarangan Sebarkan Foto Hoax, Tifatul Terima Ganjaran Dengan Dilaporkan Oleh LBH KPK

Bursa Berita – Bursabola.biz, Dengan adanya unggahan foto hoax dari politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), yakni Tifatul Sembiring yang beredar di media sosial Twitter, kini kembali berbuntut panjang.

Pasalnya saat ini Lembaga Bantuan Hukum Komunitas Pengawas Korupsi (LBH KPK) telah melaporkan cuitan dari mantan Menteri Komunikasi dan Informasi tersebut kepada Cyber Crime Polda Metro Jaya, pada Kamis, (07/09/2017).

Kemudian ketua Tim Konsultan LBH KPK yakni Firdaus Oiwobo telah melakukan pengecamana atas tindakan dari Tifatul. Firdaus kini malah menilai tindakan dari Tifatul sangat gegabah.

“Kami merasa tindakan TS ini telah sangat keliru dengan mengunggah foto Hoax. Kami pastinya ingin menerapkan Pasal 28 ayat 1 UU ITE Nomor 11 tahun 2008 karena dia telah menyebarkan berita bohong yang tidak seharusnya,” ujarnya kepada pihak awak wartawan.

Selain itu menurut Firdaus, permintaan maaf yang dilontarkan Tifatul tidak ada hubungannya dengan laporan yang ia ajukan. Hal ini disebabkan, gara-gara unggahan Tifatul tersebut, masyarakat yang menerima mentah-mentah informasi tersebut menjadi terprovokasi oleh adanya isu tersebut.

“Pastinya selalu ada yang namanya efek unggahan yang telah dia kicaukan di Twitter, sehingga menjadi berkembang ke mana-mana. Kita tahu akhirnya di beberapa daerah menjadi demo besar-besaran yang akhirnya ada pengerusakan rumah ibadah,” ucapnya menambahkan.

Bahkan Firdaus juga menambahkan, gara-gara unggahannya tersebut, beberapa ormas malah menjadi berniat merusak Candi Borobudur karena membenci agama tertentu yang ada.

“Yang tadinya berkeingingan untuk bersimpati ke Rohingya, malah jadinya merusak aset bangsa. Ini merupakan hal yang tidak dibenarkan,” ucap Firdaus dengan nada yang kesal.

Firdaus sendiri berharap apabila laporan yang telah ada ini akan membuat Tifatul lebih berhati-hati dalam menyebarkan informasi. Terlebih lagi, Tifatul adalah sosok yang kerap sering disorot publik.

“TS sendiri ini kan adalah public figure yang memangku jabatan dalam menerapkan kebijakan publik. Nah seharusnya dia tidak berbicara seperti itu di medsos. Apa pun pernyataannya, pasti akan diikuti oleh masyarakat,” ucapnya.

Namun, Cyber Crime Polda Metro Jaya malah menolak laporan LBH KPK tersebut. Menurut Ketua Tim Konsultan LBH KPK, yakni Firdaus Oiwobo, polisi malah berasumsi bahwa Pasal 28 Ayat 1 UU ITE tidak masuk kategori yang dilakukan oleh Tifatul.

“Alibi mereka, Pasal 28 ayat 1 ini hanya diperuntukkan kepada orang-orang yang melakukan penipuan, pembelanjaan dan penjualan online, yang merugikan konsumen,” ucap Firdaus.

Fidaus mengatakan bila pihak polisi mengungkapkan bila netizen bukanlah konsumen karena tidak dirugikan secara materiil. Sementara Firdaus tetap kekeuh jika pasal tersebut tepat untuk menjerat Tifatul.
“Kami jelaskan netizen itu adalah pengonsumsi, bukan hanya pembeli. Mereka semua adalah pengonsumsi berita yang dilempar oleh TS. Itu maksudnya,” tegas Firdaus.

Oleh karena itu, pihaknya bakal mengumpulkan bukti-bukti kongkret agar tuntutannya dapat diterima polisi.

“Senin kami akan sambangi dan mengumpulkan bukti bidik layar twitter dan bawa saksi. Itulah sebabnya kami kenapa datang dan meminta Cyber Crime untuk segera membuka kembali kasus isi twitter yang diposting oleh TS,” ucapnya.

Seperti yang diketahui bila Tifatul memposting foto yang semula dia anggap korban atas aksi pembantaian di Rakhine. Tapi ternyata, faktan sebenarnya adalah foto yang dia unggah merupakan kejadian tahun 2004 di Thailand. Sontak, Tifatul pun banyak menuai berbagai kritikan tajam dan pedas di Twitter sebelum akhirnya menghapus foto tersebut.

 






Related News

  • Dua Terduga Teroris di Palembang Terciduk Densus 88, Waspada! Enam Orang Masih Buron
  • Tau Rasa! Ketua RT Pelaku Persekusi 2 Sejoli di Tangerang Divonis 5 Tahun Penjara
  • Kompol Fahrizal Tega Tembak Adik Iparnya, Apa Benar Ada Bisikan Gaib?
  • Jaga Mulut Pelihara Lidah, Arseto Suryoadji Yang Koar-Koar Tudingan ke Jokowi Ditetapkan Menjadi Tersangka
  • Surplus Dana Rp 19.2 Triliun, Pemerintah Hong Kong Bagi-Bagi Uang Kepada Warganya
  • Sempat Viral di Jagat Maya, Ular King Kobra Jumbo Temuan Made Telah Dilepas Liarkan, Kemana?
  • Harga Pembelian dan Penjualan Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram di Perdagangan Selasa
  • Gagal Lolos Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Sumut, JR Saragih Malah Terancam Bui 8 Tahun