Setelah Di Introgasi Wali Kota Semarang Akui Dapat 300 Juta Dari Damayanti

Bursa Berita – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengaku pernah terima duit dari politisi PDIP, Damayanti Wisnu Putranti sebagai tersangka Masalah Pencucian uang yang berkaitan proyek Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat Atau Kempupera.
Walau sekian, Hendrar tidak mengingat dengan cara tentu kapan duit itu diterimanya.

” Saya Sudah lupa tanggal berapakah. Bertanya penyidik saja, ” kata Hendrar selesai Di Introgasi kursus integritas di Gedung KPK, Jakarta,

Hendrar Juga Tidak Menjawab lebih jauh tentang duit Atau Dana dari Damayanti ini. Tetapi, Hendrar tidak menyangka duit yang di terima dari Damayanti sejumlah Rp 300 juta.
” Itu Kan kamu paham.kamu sudah mengerti jumlahnya Rp 300 juta, ” Saut Hendrar
Hendrar mengklaim tidak pernah terima Dana itu. Duit dari Damayanti, tuturnya, di terima oleh tim pemenangannya untuk kepentingan kampanye Pilkada Semarang 2015 lantas. Disebutkan Hendrar, duit itu sudah dikembalikan oleh tim pemenangannya pada KPK sesudah masalah sangkaan suap yang menjerat Damayanti mencuat.

” Yang kembalikan Bukan saya, lantaran yang terima Juga bukanlah saya, Tetapi di terima oleh rekan-rekan tim pemenangan partai, ” kata Wali Kota Semarang periode 2016-2021 ini.
Terlebih dulu, KPK membuka ada saksi masalah suap proyek di Kementerian Pekerjaan Umum serta Perumahan Rakyat Atau Kempupera, yang sudah kembalikan duit yang di terima dari Damayanti sejumlah Rp 300 juta.
” Hingga sekarang ini ada pula saksi yang kembalikan duit pada penyidik KPK Rp 250 juta atau 300 juta, ” kata Kabag Kabar berita serta Publikasi KPK Priharsa Nugraha di Gedung KPK, Jakarta,

Priharsa menyampaikan, pihaknya tidak bisa membuka jati diri saksi yang sudah kembalikan duit yang di terima dari Damayanti. Hal semacam ini karena penyidik masihlah mengusut masalah itu. Tetapi Priharsa mengungkap, Damayanti sebagai tersangka dalam masalah ini sudah mengakui kalau terdapat banyak pihak yang sudah terima duit darinya.
Dikabarkan, dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu (13/1), KPK mengamankan Damayanti serta dua rekannya, yaitu Dessy A. Edwin serta Julia Prasetyarini dan Dirut PT Windu Tunggal Paling utama, Abdul Khoir. Diluar itu, Tim Satgas KPK juga mengambil alih duit sebesar SGD 99. 000 yang disangka adalah sisi dari janji suap sebesar SGD 404. 000 atau sekitaran Rp 3, 9 miliar dari Abdul Khoir bila Damayanti mengamankan proyek Kempupera th. biaya 2016.

Proyek itu adalah proyek jalan di Pulau Seram, Maluku, yang dikerjakan Balai Besar Proses Jalan Nasional (BBPJN) IX.

Sesudah di check intensif, Damayanti berbarengan dua rekannya, Julia Prasetyarini, serta Dessy A Edwin diputuskan KPK sebagai tersangka penerima suap serta dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Tipikor jo pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Sesaat Abdul Khoir diputuskan sebagai tersangka pemberi suap serta diduga tidak mematuhi Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 33 UU Tipikor.

Dalam pengembangan penyidikan masalah ini, KPK mengambil keputusan politisi Golkar Budi Supriyanto sebagai tersangka penerima suap. Seperti Damayanti, Budi disangka terima suap Abdul Khoir supaya PT WTU memperoleh proyek di Kempupera. Atas perbuatan yang dikerjakannya Budi diduga tidak mematuhi Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU Nomer 31 th. 1999 seperti dirubah dengan UU Nomer 20 th. 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Terkecuali Damayanti serta Budi Supriyanto, ada beberapa anggota DPR yang lain yang juga disangka terima suap dari Abdul Koir. Sekarang ini, KPK selalu mengusut keterlibatan pihak yang lain dalam masalah ini.