Setya Novanto Ditahan KPK, Istri Ikut Terseret Pemeriksaan Sebagai Saksi Atas Kasus e-KTP

Setya Novanto Ditahan KPK, Istri Ikut Terseret Pemeriksaan Sebagai Saksi Atas Kasus e-KTP

Bursa Berita – Bursabola.biz, Setelah sekian lama menunggu, akhirnya Ketua DPR, Setya Novanto akhirnya telah dilakukan penahanan oleh pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Selain Setnov, pihak KPK ternyata juga ikut memanggil istri Setya Novanto, Deisti Astriani Tagor, pada hari ini terkait kasus dengan adanya kasus korupsi e-KTP yang dilakukan oleh suaminya.

Diluar itu, juru bicara dari KPK yakni Febri Diansyah mengatakan bila Deisti akan diperiksa sebagai salah seorang saksi atas kasus yang menjerat suaminya tersebut. Terkait akan hal tersebut, sebelumnya Deisti sendiri telah dijadwalkan akan diperiksa pada Jumat, 10 November lalu. Namun dirinya saat itu tidak ikut hadir dengan alasan sakit. Kemudian, Febri juga melanjutkan, dalam pemeriksaan nanti, penyidik juga akan meminta penjelasan kepada Deisti dalam kapasitasnya sebagai petinggi PT Mondialindo Graha Perdana.

Pihak KPK sendiri mencurigai bila perusahaan tersebut tentunya ada berkaitan dengan kasus e-KTP. “Diperiksa dalam kapasitas sebagai mantan Komisaris PT Mondialindo Graha Perdana,” papar Juru Bicara KPK yakniFebri Diansyah.

Sementara itu, pihak pengacara keluarga Setya Novanto yakni Fredrich Yunadi ikut memastikan bila nantinya istri kliennya tersebut akan memenuhi panggilan dari penyidik KPK.

“Pasti akan datang, kalau Beliau enggak sakit. Kalau Beliau sakit, ya enggak datang,” ungkap Fredrich.

Selain itu, Fredrich mengatakan, Deisti nantinya akan datang sendirian tanpa didampingi pengacara. Terlebih dalam kasus tersebut, Deisti akan berstatus sebagai saksi dalam panggilan tersebut.

“Sebenarnya tidak akan ada larangan seorang saksi didampingi, namun kan dari KPK membuat peraturan kalau saksi tidak boleh untuk yang namanya didampingi. Ya kita lihat nanti bisa juga sendiri, ” ungkap dirinya.

Hingga saat ini, Setya Novanto sendiri telahditahan di Rutan KPK. Lembaga antirasuah itu akhirnya secara tegas memutuskan untuk membawa Setya Novanto karena dokter menyebut kondisi kesehatan dari Ketua DPR tersebut sudah semakin membaik.

“Lalu kemudian, menurut keterangan dari dokter dan diklarifikasi IDI yang bersangkutan tidak perlu dilakukan rawat inap dan pembantarannya tidak lagi dilakukan. Oleh sebab itu akan dipindah,” papar Wakil Ketua KPK, Laode M Syarif ketika di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta.