Sikat Habis Maraknya Korupsi, Jubir KPK Percaya Presiden Jokowi Berkomitmen Tinggi dan Tegas

Sikat Habis Maraknya Korupsi, Jubir KPK Percaya Presiden Jokowi Berkomitmen Tinggi dan Tegas

Bursa Berita – Bursabola.biz, Saat ini Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakni Febri Diansyah mengatakan bila KPK sepenuhnya menaruh kepercayaan akan komitmen Presiden Jokowi dalam upaya pemberantasan korupsi yang ada di Tanah Air yang mana sudah sangat akut.

Selain itu pihak KPK menurut Febri, juga percaya akan komitmen Jokowi dalam mendukung lembaga anti-rasuah untuk diperkuat. Hal ini pun disampaikannya dengan cara menyikapi keinginan Pansus Angket KPK untuk melakukan rapat konsultasi dengan Presiden Jokowi.

“Kami tentunya akan berdiri pada posisi bahwa kami percaya akan komitmen Presiden untuk mendukung langkah keputusan dalam pemberantasan korupsi, termasuk mendukung KPK secara kelembagaan,” ungkap Febri di gedung KPK, Jakarta, pada Rabu (20/09/2017).

Kendati demikian, hingga sejauh ini pihaknya tidak mau untuk mencampuri keinginan dari Pansus Angket tersebut, ungkap Febri.

“Untuk surat atas Pansus Angket kepada presiden, tentu tidak tepat apabila kali selaku KPK yang menanggapi. Kalaupun surat (DPR) ke KPK, kita sudah respons,” tutup Febri.

Sebelumnya terkait akan hal tersebut, Presiden Joko Widodo juga telah menegaskan, seluruh aktivitas Panitia Khusus Hak Angket DPR terhadap KPK bukanlah menjadi wewenangnya sebagai eksekutif. Hal itu merupakan wewenang dari DPR RI. Selain itu Jokowi juga sampai tiga kali mengulangi pernyataan itu dan menegaskannya secara langsung.

“Kita tahu itu wilayahnya DPR. Pansus itu adalah wilayah DPR. Semua harus tahu itu. Itu domainnya adalah DPR. Ya sudah,” ungkap Jokowi ketika diwawancara di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/09/2019).

ketika ditanya apakah pernyataannya itu berarti dirinya menolak bertemu dengan Pansus Hak Angket KPK, Jokowi pun tidak mau menjawabnya. Sembari hanya tersenyum, dirinya hanya melangkah pergi meninggalkan wartawan menuju ke mobil kepresidenan.

Wakil dari Ketua Pansus Hak Angket KPK yakni Taufiqulhadi juga berharap, apabila rapat konsultasi dengan Presiden dapat dilakukan sebelum masa akhir kerja Pansus Angket, yakni 28 September 2017.

Selain itu menurut Taufiq, kerja Pansus Angket KPK dianggap penting untuk dilaporkan kepada Presiden untuk menyampaikan perkembangan tugas serta tujuan-tujuan Pansus sebagaimana pemahaman kepada presiden dalam konteks hal yang berhubungan dengan kelembagaan di Indonesia.

Sedangkan, Wakil Ketua DPR RI yakni Taufik Kurniawan juga mengatakan, ada dua pandangan terkait mengenai usulan untuk rapat konsultasi dengan Presiden tersebut.

Pertama menolak dikarenakan adanya urusan pansus sepenuhnya dengan ranah DPR. Lalu yang kedua, tetap perlu adanya penyampaian hasil pansus ke Presiden secara langsung.

Hingga saat ini legalitas Pansus Hak Angket kini masih terus saja dipertanyakan. Dari pihak Mahkamah Konstitusi pun masih saja tengah menguji materi UU MD3 yang mengatur soal hak angket DPR.

 






Related News

  • Dua Terduga Teroris di Palembang Terciduk Densus 88, Waspada! Enam Orang Masih Buron
  • Tau Rasa! Ketua RT Pelaku Persekusi 2 Sejoli di Tangerang Divonis 5 Tahun Penjara
  • Kompol Fahrizal Tega Tembak Adik Iparnya, Apa Benar Ada Bisikan Gaib?
  • Jaga Mulut Pelihara Lidah, Arseto Suryoadji Yang Koar-Koar Tudingan ke Jokowi Ditetapkan Menjadi Tersangka
  • Surplus Dana Rp 19.2 Triliun, Pemerintah Hong Kong Bagi-Bagi Uang Kepada Warganya
  • Sempat Viral di Jagat Maya, Ular King Kobra Jumbo Temuan Made Telah Dilepas Liarkan, Kemana?
  • Harga Pembelian dan Penjualan Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram di Perdagangan Selasa
  • Gagal Lolos Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Sumut, JR Saragih Malah Terancam Bui 8 Tahun