“Tahun ini Organda Tidak Dapat Sandera Kami” ucap Ahok

"Tahun ini Organda Tidak Dapat Sandera Kami" ucap Ahok

Bursa Berita – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menyebutkan, Organda DKI tidak adil lantaran malas menurunkan tarif angkutan umum meskipun harga bahan bakar minyak (BBM) telah turun.

Sebaliknya, apabila harga BBM naik lanjut Ahok, tanggapan Organda bakal amat cepat untuk menaikkan tarif.

” Organda kan payah. Pas harga minyak naik, mereka minta (tarif angkot) naik, harga minyak turun, tarif angkot tidak mau turun, ” ucap Ahok di Balai Kota Jakarta.

Eks Bupati Belitung Timur itu menyampaikan, aksi semena-mena Organda itu dikarenakan Pemprov DKI Jakarta masihlah bergantung dan memerlukan armada angkutan Organda.

Akan tetapi, kata Ahok, tahun ini Organda tidak bisa lagi menyandera Pemprov DKI Jakarta.

” Maka dari itu tahun ini tidak dapat sandera kami lagi, lantaran seluruh jalur bakal kami ambil serta trayek juga ingin kami ambil, ” ujar Ahok.

Jalur serta trayek yang disebut Ahok merupakan operasional bus Transjakarta yang jumlahnya akan lebih banyak. Pemprov DKI telah mulai beli bus lewat e-katalog Instansi Kebijakan Pengadaan Barang/Layanan Pemerintah (LKPP). Kedepannya semua tarif bakal di buat rata sekitaran Rp 3. 500.

Ke depannya, kata Ahok, dengan sistem rupiah per kilometer meskipun harga minyak dunia fluktuatif tidak lagi mempengaruhi tarif bus Transjakarta.

” Jadi saya pikir apabila kami memtuskan seluruh bus di bawah PT Transjakarta, maka dari itu kami yang ingin memastikan tarif tersebut secara langsung. Jadi mau harga minyak naik turun, (tarif bus) kami tetaplah sama, ” kata Ahok.

Per 1 April ini, pemerintah bakal menurunkan harga premium serta solar bersubsidi sebesar Rp 500 per liter.

Silahkan Daftar