Tempat Tinggal penduduk di Waduk Pluit bakal di Gusur oleh Ahok

Tempat Tinggal penduduk di Waduk Pluit bakal di Gusur oleh Ahok

Bursa Berita – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengajak Menteri Luar Negeri Belanda Bert Koenders ke permukiman padat masyarakat di sebelah Waduk Pluit, Jakarta. Waktu itu Ahok mengemukakan pada penduduk bakal menertibkan tempat tinggal mereka.

Awalnya, Ahok mengajak Koenders menyaksikan pompa Waduk Pluit serta peran utama tanggul untuk tempat tinggal penduduk. Hal semacam ini begitu utama untuk menahan banjir serta rob saat air laut pasang.

Usai menyaksikan permukiman penduduk, Ahok pernah melakukan perbincangan denganseseorang nenek yang kebetulan keluar dari tempat tinggalnya. Ahok meyakinkan telah tidak banjir lagi sejak dibangunnya tanggul.

” Tahun ini tidak ada banjir, Bu? ” tanya Ahok di Waduk Pluit, Jakarta.

Sang nenek lalu menyampaikan saat ini keadaan telah tambah baik. Sebelum adanya tanggul, tempat tinggalnya senantiasa terendam banjir sampai sedengkul orang dewasa. ” Kalau saat ini belum, Pak, ” kata nenek tersebut.

Ahok tertawa mendengar jawaban sang nenek. Dia merasa warga itu tidak meyakini benar tanggul dapat menahan air. ” Kurang beriman ini, ” ujar Ahok.

Waktu itu juga Ahok menjelaskan bakal menertibkan permukiman masyarakat di tempat itu sembari menanti sarana rumah susun selesai. Hal semacam itu sekurang-kurangnya baru dapat dikerjakan pada tahun 2019.

” Ibu nanti harus pindah kedepannya lantaran disini masihlah bahaya. Bila airnya tumpah, wah bisa mati kita nih, ” ucap Ahok.

” Bisa 10 ribu orang wafat jika seandainya tanggulnya rubuh. Bagaimana membangun tanggul yang di depan, terusin nutupin sampai ini Pelabuhan Nizam Era nanti tanggulnya kalau airnya 2, 8 meter ini kan senantiasa turun juga dana kita. Lebih aman lagi kita bangun 3, 8 meter lebarnya, ” ungkap Ahok

Tanggul baru nanti bakal di bangun di depan tanggul yang telah ada. Lantaran bila bangun tanggul didalam mesti merubuhkan tempat tinggal warga, sedangkan rusun belum selesai. Ahok memprediksi pelaksanaan dapat diawali pada tahun 2017, hingga tahun 2019 atau tahun 2020 telah dapat teralisasi.

” Saya kan tidak tahu akan ada di kantor DKI atau tidak sesudah bulan Oktober 2017. Maka dari itu saya siapkan rencana ini akan terus jalan. Saya tidak di kantor juga bakal jalan, ini perlu kita sediakan, ” ujar Ahok.

Rumah susun baru yang bakal di bangun juga tidak bakal jauh dari Rusun Muara Baru. Oleh Sebab itu, pembangunan mesti betul-betul menyeluruh, hingga tidak ada satu pun warga yang tertinggal.

” Bila ingin pindahin penduduk mesti lengkap, ada yang tidak pindah, kelak iri dong. Oleh sebab itu bila ingin pindahin penduduk bangunnya sekalian, agar adil. Maka dari itu saya katakan bila bangun suatu hal tidak bisa tanggung-tanggung, sama seperti kami tidak gusur dahulu lantaran rumah susun belum selesai, ” tutur Ahok.

Silahkan Daftar