Tidak Terdengar Kritik Taufik Lagi Untuk Ahok Setelah Sanusi Menjadi Tersangka KPK

Tidak Terdengar Kritik Taufik Lagi Untuk Ahok Setelah Sanusi Menjadi Tersangka KPK

Bursa Bola Bursabola.biz – Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik termasuk juga salah seseorang pimpinan Dewan yang vokal serta kerap mengkritik kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dengan kata lain Ahok. Beragam kritik tajam pernah dilontarkan.

Taufik pernah memiliki pendapat kalau Ahok belum pasti bisa maju, terlebih memenangi Pilkada DKI Jakarta 2017. Ada dua hal yang dimaksud Taufik bakal bikin Ahok jatuh dengan sendirinya. Hal pertama, kata Taufik, yaitu masalah pembelian lahan rumah Sakit Sumber Waras yang sudah dilaporkan pada Komisi Pemberantasan Korupsi. Taufik menyampaikan, masalah itu dapat jadi hal yang menjatuhkan Ahok.

Hal ke-2 yaitu masalah verifikasi formulir KTP. Politisi Partai Gerindra itu meyakini Ahok bakal kewalahan penuhi prasyarat maju sebagai calon gubernur lewat jalur berdiri sendiri walau memperoleh pertolongan dari relawan pendukungnya.

” Ahok mah tidak usah dijatuhin, entar juga jatuh sendiri, ” tutur Taufik di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Senin (14/3/2016).

Bahkan juga, seringkali Taufik mendoakan Ahok jadi tersangka dalam masalah pembelian tempat Tempat tinggal Sakit Sumber Waras. Doa itu ia katakan berulang-kali mulai sejak tahun lalu. Lantas bukannya Ahok sebagai tersangka, malah adik kandung Taufik, Mohamad Sanusi, yang saat ini disangka terima suap. Sanusi jadikan tersangka oleh KPK atas masalah sangkaan terima suap dalam kajian raperda mengenai reklamasi. Mulai sejak waktu itu, Taufik mulai bungkam.

Sehari sesudah Sanusi di tangkap KPK, Taufik pernah mengadakan konferensi pers untuk menjawab semua pertanyaan wartawan.Sesudah hari itu, dia seakan hilang seperti ditelan bumi. Tak ada satu juga nomer telephone yang dapat dihubungi. Bolak-balik, Taufik di panggil penyidik KPK untuk berikan info dalam masalah sangkaan suap raperda reklamasi itu. Posisinya sebagai Ketua Tubuh Legislasi Daerah (Balegda) yang mengulas semua raperda bikin KPK membutuhkan keterangannya.

Waktu keluar dari KPK, kakak dari tersangka masalah sangkaan suap kajian raperda mengenai reklamasi, M Sanusi, itu diam saat di tanya tentang ada pertemuan dirumah bos Agung Sedayu Grup, Sugianto Kusuma dengan kata lain Aguan. Taufik cuma bergegas masuk kedalam mobilnya. Satu kondisi yang jauh tidak sama saat dia datang ke KPK untuk ajukan pertanyaan pada penyidik mengenai lanjutan kasua Sumber Waras yang dia sebut melibatkan Ahok.

Ketika itu, saat keluar dari KPK, dengan lantang dia menginformasikan kalau sistem penyelidikan Sumber Waras ini masihlah berjalan. Dia pernah menjadwalkan untuk satu bulan sekali mendatangi KPK untuk memonitor sistem penyelidikannya. Tidak diduga, Taufik saat ini jadi kerap datang ke KPK berkaitan masalah yang menjerat adiknya.

Tidak lagi pimpin rapat

Pergantian sikap Taufik juga merasa di Gedung DPRD DKI Jakarta. Dahulu, Taufik di kenal sebagai pimpinan Dewan yang senantiasa datang ke kantornya tiap hari pas jam 09. 00 WIB. Ajudannya, Riki Sudani, senantiasa mengawal aktivitas Taufik di gedung itu sepanjang hari. Dalam sehari, Taufik dapat memimpin beragam jenis rapat. Bergerilya dari satu rapat ke rapat yang lain. Dari terima tamu, mengulas raperda, sampai memimpin paripurna. Tetapi, itu dahulu. Sesudah Sanusi di tangkap, Taufik tidak sering sekali ke ruangnya di DPRD.

Dia juga tidak sering memimpin rapat apapun. Saat datang ke ruangnya, stafnya bakal menyampaikan kalau Taufik tak datang atau bahkan juga telah pulang, walau hari masihlah siang.