Upayakan Kasus Segera Diakhiri, Pengacara Rizieq Shihab Sebut Barang Bukti Tidak Sah dan Diambil Secara Ilegal

Upayakan Kasus Segera Diakhiri, Pengacara Rizieq Shihab Sebut Barang Bukti Tidak Sah dan Diambil Secara Ilegal

Bursa Berita – Bursabola.biz, Tidak berhentinya kuasa hukum dari pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, yakni Kapitra Ampera dalam memberikan upaya pembelaan kepada kliennya. Pasalnya Kapitra kembali lagi meminta Polri untuk segera menghentikan kasus atas dugaan chat berkonten pornografi yang menjerat kliennya yang mana diketahui hingga saat ini masih belum ada kabar kejelasan ditutupnya kasus tersebut.

Adapun permintaan tersebut didasarkan kepada alat bukti yaitu berupa isi chat yang dianggap telah menyalahi aturan yang tidak sesuai dengan berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20 Tahun 2016.

“Tentunya sudah ada melanggar pasal putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 20 Tahun 2016, karena alat bukti yang diambil merupakan barang bukti ilegal, yang mana telah ada dilakukannya penyadapan yang dilakukan secara sengaja oleh lembaga yang tidak legal, sehingga sangat tidak relevan apabila harus dijadikan sebagai alat bukti dalam melakukan proses penyidikan atau pengadilan,” ucap Kapitra menegaskan, pada Minggu (20/08/2017).

Menurut dirinya, adapun bukti yang dianggap tidak sesuai adalah berupa isi chat yang ditampilkan oleh laman www.baladacintarizieq.com.

Sejauh ini Kapitra memandang bahwa pihak kepolisian hanya mengambil chat tersebut sebagai alat bukti tanpa mencari tahu kebenaran lebih lanjut mengenai pembuat laman tersebut, termasuk apa tujuan serta motivasi dari si pembuat dalam menyebarkan chat tersebut.

“Karena saat ini polisi memakai alat bukti dari penyadapan Balada Cinta Rizieq yang mana diketahui bila disebutkan sumbernya itu berasal dari Amerika dan sebagainya, tentunya semua itu harus batal demi hukum dan harus dihentikan segera mungkin,” ungkap Kapitra.

Beberapa hari yang lalu, polisi sendiri juga telah berangkat ke Arab Saudi dan ikut memeriksa Rizieq langsung di Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi.

ketika itu, Rizieq diperiksa di sana karena telah lama dinanti polisi untuk segera pulang ke Tanah Air, namun akan tetapi tidak kunjung kembali dalam rangka menjalani proses hukum di Polda Metro Jaya.

Rizieq yang kini masih berstatus tersangka dalam kasus dugaan chat WhatsApp berkonten pornografi masih belum menunjukan tanda-tanda kepulangan setelah sebelummnya sempah dihebohkan akan kembali pulang ketanah air untuk menghadiri milad FPI.

Terkait akan hal tersebut, Rizieq kini menjadi tersangka yang dituduhkan melakukan percakapan WhatsApp dengan Firza Husein. Selain itu, Rizieq juga dilaporkan kepada polisi atas ceramahnya yang menyinggung umat agama tertentu.

Kemudian ada juga pelaporan terkait dengan penghasutan atas ucapannya soal uang rupiah baru emisi 2016 bergambar palu arit. Selain itu, hansip di Jakarta dan Kalimantan Timur juga tengah melaporkan Rizieq lantaran atas salah satu ceramahnya yang mana telah dianggap menghina mantan Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan dan kalangan hansip.

Rizieq kini dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri lantaran dianggap mengancam akan membunuh pendeta. Sedangkan di daerah Jawa Barat, Rizieq terjerat tiga kasus, yakni adanya dugaan pelecehan budaya Sunda, penodaan Pancasila, dan penyerobotan tanah.






Related News

  • Dua Terduga Teroris di Palembang Terciduk Densus 88, Waspada! Enam Orang Masih Buron
  • Tau Rasa! Ketua RT Pelaku Persekusi 2 Sejoli di Tangerang Divonis 5 Tahun Penjara
  • Kompol Fahrizal Tega Tembak Adik Iparnya, Apa Benar Ada Bisikan Gaib?
  • Jaga Mulut Pelihara Lidah, Arseto Suryoadji Yang Koar-Koar Tudingan ke Jokowi Ditetapkan Menjadi Tersangka
  • Surplus Dana Rp 19.2 Triliun, Pemerintah Hong Kong Bagi-Bagi Uang Kepada Warganya
  • Sempat Viral di Jagat Maya, Ular King Kobra Jumbo Temuan Made Telah Dilepas Liarkan, Kemana?
  • Harga Pembelian dan Penjualan Emas Antam Naik Rp 2.000 Per Gram di Perdagangan Selasa
  • Gagal Lolos Mencalonkan Diri Menjadi Gubernur Sumut, JR Saragih Malah Terancam Bui 8 Tahun