Dimusim Hujan, Apakah Anda Yakin bahwa Rumah Anda Sudah Aman?

Dimusim Hujan, Apakah Anda Yakin bahwa Rumah Anda Sudah Aman?

Bursa Properti – Awal mulanya tak ada yang aneh pada Minggu (20/9/2015). Cuma hujan yang turun demikian derasnya. Fauziah, warga Desa Geudong-Geudong, Kecamatan Kota Juang, Kabupaten Bireuen, Aceh, tengah berbarengan anak-anaknya saat mendadak air hujan masuk kedalam tempat tinggal mereka. Belum pernah ia memikirkan, terdengar anak-anaknya menjerit lantaran kebasahan.

Siang itu, tanpa ada disangka, hujan deras dibarengi angin kencang juga menerbangkan atap tempat tinggalnya.

” Saya terperanjat waktu sadar tempat tinggal telah jelas didalam lantaran tidak ada lagi atap. Anak-anak juga menjerit lantaran basah terkena hujan, ” kata Fauziah

Tidak cuma Fauziah yang rasakan dahsyatnya hujan badai hari itu. Peristiwa itu juga dihadapi oleh beberapa warga yang lain. Bahkan juga, sebagian tempat tinggal permanen tampak porak poranda tersapu hujan angin itu.

Ya, hujan sejenis itu memanglah dapat berikan dampak segera untuk rusaknya tempat tinggal serta membahayakan jiwa penghuninya. Walau musibah tak dapat dijauhi, Anda dapat menghindar resiko semakin besar sedini mungkin saja dengan lebih memerhatikan keadaan tempat tinggal.

Tubuh Meteorologi, Klimatologi, serta Geofisika (BMKG) memperkirakan musim hujan masihlah bakal berjalan hingga April atau Mei 2016. Jadi, saat ini belum terlambat untuk Anda untuk mengatur rumah. Terdapat banyak segi yang pantas Anda check karenanya.

Hindari bocor

Intensitas tinggi curah hujan automatis bikin jumlah air yang menerpa atap semakin lebih banyak. Bila tak mengalir cepat, air bakal mengakibatkan genangan di atap tempat tinggal serta rawan menyebabkan bocor atau bahkan juga rembesan di tembok.

Untuk menghindarinya, check system penyaluran air hujan (talang air) Anda dengan cara berkala, lantaran saluran ini rawan tertutup sampah. Janganlah lupa, berikanlah cat pelindung anti-air untuk memberi mencegah bocor serta timbulnya jamur di dinding.

Anda baiknya perhatikan juga plafon di plafon rumah. Air yang terus-menerus membasahi kayu bakal membuatnya lebih riskan lapuk sampai rubuh, terkecuali ancaman dari rayap. Jika Anda lihat plafon yang retak, lekaslah perbaiki sisi itu.

Cermati listrik

Tetesan air hujan pada alat-alat listrik, seperti kabel serta steker, bisa menyebabkan jalinan pendek arus listrik atau korsleting. Hal semacam ini seringkali menyebabkan sekring listrik turun, bahaya tersetrum, atau kebakaran tempat tinggal.

Check instalasi listrik Anda dengan cara berkala, diantaranya kondisi kabel serta pembungkusnya, lampu, pompa air dan instalasi listrik yang ada, terlebih pada musim hujan seperti saat ini.

Dimusim Hujan, Apakah Anda Yakin bahwa Rumah Anda Sudah Aman?

Sekurang-kurangnya, kompliti juga tempat tinggal dengan miniature-circuit breaker (MCB). Tambah baik lagi, apabila cara tersebut diimbangi dengan pemasangan earth leakage circuit breaker (ELCB) untuk selekasnya memutus aliran listrik paling utama apabila ada kebocoran arus listrik ataupun korsleting.

Dengan ke-2 alat itu Anda sekeluarga bakal aman dari bahaya tersetrum. Ingin lebih aman lagi, jagalah tempat tinggal Anda dengan menempatkan residual current breaker with overcurrent (RCBO).

RCBO mempunyai manfaat paduan MCB serta ELCB, namun harga lebih murah. RCBO dapat mengambil keputusan listrik cuma di tempat yang alami masalah kebocoran arus listrik.

Janganlah lupa, tentukan piranti listrik berstandar nasional (SNI) untuk jaminan kwalitas serta panjang usia penggunaan. Umpamanya, Anda dapat pilih Domae RCBO Slim Tipe dari Schneider Electric, dengan tehnologi RCBO tidak tebal 18 milimeter pertama di Indonesia.

Perhatikan selokan

Sama juga dengan talang air, segi ini bisa sering menjelma sebagai “rumah” untuk sampah dan limbah lain. Karena itu, Anda perlu menggiatkan aktivitas bersih-bersih, terutama selama musim hujan.

Optimis selokan di sekitaran rumah Anda bertindak dengan baik. Ini bisa dilihat dari mengalirnya air hujan tidak ada terhambat.

Hati-hati, saluran air pampat dapat menyebabkan genangan dan banjir. Kondisi itu bisa pula mengakibatkan kemungkinan sumber penyakit berkembang biak di dalamnya, seperti nyamuk pemicunya demam berdarah serta kuman penyebabnya diare dan gatal-gatal.

Tiga langkah di atas yaitu hal kecil yang dapat Anda lakukan untuk hadapi ” bencana ” pada musim hujan. Bagaimanapun, laiknya bunyi pepatah, lebih baik sedia payung terlebih dulu hujan, bukan?