Menjelajahi Unsur Budaya Sumatera Utara Dengan Ciri Khas Dari Boneka Sigale-Gale

Menjelajahi Unsur Budaya Sumatera Utara Dengan Ciri Khas Dari Boneka Sigale-Gale

Bursa Travel – Bursabola.biz, Nah bila kita mengulik sedikit mengenai menantu Jokowi, Bobby Nasution yang merupakan asli orang Sumatera Utara, tentunya kita tidak akan terlepas juga yang namanya pesona dari keindahan Sumatera Utara ataupun Danau Toba. Ya benar Danau Toba sendiri merupakan bagian dari pulau samosir. Mungkin masih akan ada sebagian publik yang bertanya-tanya apa saja keindahan yang dimiliki dari tempat ini. Jauh dari hiruk pikuk kota, tempat ini sudah menjadi salah satu tempat wisata yang paling banyak dicarai-cari oleh para wisatawan.

Nah tepatnya ditempat ini kamu juga akan menemukan salah satu atraksi pergelaran boneka Sigale-gale. ternyata atraksi ini menjadi salah tontonan khas yang disuguhkan ketika kamunya menginjakan kaki ke Pulau Samosir. Dan tentunya yang paling cukup terkenal adalah menortor bersama boneka Sigale-Gale. Untuk kegiatan ini dapat kami temukan pada beberapa pusat wisata di Pulau Samosir dan salah satunya adalah di Desa Tomok.

Tapi tentunya perlu diingat untuk bisa menyaksikan atraksi ini maka kamu bisa datang bersama para rombongan kelurga ataupun teman, hal ini lantaran bila lagi seorang backpacker dan tidak berombongan maka harga untuk menonton atraksi ini tergolong cukup mahal bila harus dibayar sendirian dan tentunya tidak akan seru bukan bila kamu hanya melihatnya secara perorangan.
Nah untuk menghemat pengeluaran yang ada, kamu tentunya diperbolehkan untuk melihat langsung boneka Sigale-Gale ini saja tanpa atraksi menortor.

Lantas apa itu boneka Sigale-Gale? ya boneka Sigale-gale ini merupakan sebuah boneka kayu yang diukir mirip seperti seorang manusia dan ukurannya sendiri adalah seperti seukuran orang dewasa. Kemudian yang menjadi ciri khas adalah boneka ini juga dipakaikan dengan menggunakan pakaian khas Batak yang mana juga dilengkapi dengan ulosnya.

Sedangkan untuk kisah sejarahnya, boneka Sigale-Gale ini diasal muasalkan dari kisah Raja Rahat dan juga putranya yang bernama Manggalae. Dan kemudian pada suatu masa kerajaan mereka diketahui diserang oleh kerajaan lainnya, yang akhirnya Sang raja kemudian mengutus putranya memimpin pasukan untuk berperang di perbatasan.

Setelah berbulan-bulan lamanya pergi berperang, tersiar kabar bila Manggalae meninggal secara kesatria di medan perang. Tentunya mendengar hal tersebut membuat Sang raja dirundung kesedihan mendalam hingga jatuh sakit. Untuk bisa menghibur raja, rakyat lantas kemudian membuatkan sebuah boneka kayu yang mirip dengan Manggalae.

Kemudian boneka tersebut diberikan pakaian dan ulos terbaik. Lalu dipanggillah roh Manggalae dan yang kemudian dimasukkan ke dalam boneka tersebut. Setelah itu, boneka Sigale-Gale mendadak menari sambil menortor mengikuti iringan musik hingga sang raja akhirnya kembali sehat.

Sejak saat itu, kegiatan dari menortor bersama boneka Sigale-Gale ini tetap awet dilakukan hingga saat sekaran ini, sehingga apabila kamunya berencana untuk datang ketempat ini, maka tidak ada salahnya untuk datang ke Pulau Samosir tepatnya itu di desa Tomok yang menyajikan atraksi boneka Sigale-gale.