Dikarenakan Photo di Biro Travel, Peggy Melati Turut Dipolisikan Calon Jamaah Umrah

Dikarenakan Photo di Biro Travel, Peggy Melati Turut Dipolisikan Calon Jamaah Umrah

Entertaiment– Artis Peggy Melati Summa turut terseret pelaporan masalah sangkaan penipuan yang dikerjakan biro travel umrah SSI. Gara-garanya, ada photo Peggy di materi promosi biro travel itu.

” Kami melaporkan pasal penipuan, penggelapan, serta undang-undang umrah serta haji dengan kerugian keseluruhan sekitaran Rp 150 juta dari empat orang korban yang datang. Kami melaporkan pelaku paling utama pengurus dari PT SSI serta pelaku pembantu yakni ibu Peggy serta ayah Vicky. Sesaat Riyanto sebagai direktur PT SSI, ” kata Syukni Tumi sebagai pengacara ke-2 pelapor di Polda Metro Jaya.

” Kita bertanya ke pegawai mengapa ada photo Peggy, stafnya katakan mereka memanglah hubungan kerja dengan Peggy serta ada jemaah yang dijadwalkan pergi bareng Peggy, namun dibatalkan, ” saya Sri yang mengakui sebagai korban.

Ke-2 pelapor mengakui dijadwalkan bakal pergi umrah pada Desember th. lantas. Tetapi mereka berbarengan rombongan yang lain batal pergi.

Menyetor dengan cost Rp 22 juta seseorang, Samsiar serta Sri mengakui awalannya telah diberitahu duit mereka bakal dikembalikan paling lambat 10 januari 2016 lantas. Tetapi sampai saat ini, mereka mengklaim tidak juga memperoleh titik jelas dan niat baik dari pihak travel.

” Walau sebenarnya ada surat dari pihak PT. SSI yang diwakilkan oleh Riyanto sebagai direktur untuk kembalikan duit paling lambat 10 Januari 2016, ” jelas korban yang lain, Samsiar.

Sampai berita ini di turunkan, Peggy belum dapat di konfirmasi. Sesaat dalam LP yang di buat, Peggy akan di check sebagai saksi terlebih dulu.

Pelapor bernama Samsiar serta Sri Purwarti mendatangi Polda Metro Jaya, Minggu (20/3) serta bikin laporan resmi bernomor LP/1328/III/2016/PMJ/Ditreskrimum. Sri yang mewakili korban yang lain melaporkan dirut travel sebagai pelaku paling utama, serta sebagian orang lain dengan sangkaan pasal 378 KUHP mengenai penipuan serta atau 372 KUHP mengenai penggelapan.



(Next News) »