Kenakan Barang Bermerek, Syahrini Sambangi Kantor Bareskrim Polri Terkait Kasus First Travel

Kenakan Barang Bermerek, Syahrini Sambangi Kantor Bareskrim Polri Terkait Kasus First Travel

Entertaiment– Bursabola.biz, Syahrini yang merupakan artis tanah air yang biasanya dikenal dengan sebutan Princes tersebut, diketahui pada hari Rabu ini (27/09/2017) menyambangi kantor Bareskrim Polri untuk memenuhi panggilan dari pihak Penyidik.

Hal tersebut terjadi lantaran Syahrini diduga telah ikut terlibat atas kasus penipuan dana yang dilakukan oleh petinggi PT Fisrt Anugrah Karya Wisata (First Travel) terhadap para puluhan ribu calon jamaah umrah yang di tanah air.

Sewaktu dirinya datang, artis yang terkenal dengan ‘cetar membahana’ itu pun tiba di lokasi sekitar pukul 12.15 Wib siang hari, yang mana sebelumnya diagendakan pada pukul 11.00 Wib. Dengan menggunakan mobil merk Vellfire B 17 NCS berwarna putih yang juga didampingi oleh adik kandungnya yakni Aisyahrani serta juga dua orang kuasa hukumnya mereka akhirnya pun datang untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Ketika tiba di lokasi, Syahrini terlihat menggunakan kaos berwarna putih bergaris hitam dengan menggunakan tulisan Gabrielle Chanel, kemudian disertai topi berwarna putih dengan tulisan Gucci dan juga menggunakan kacamata bermerek bentuk kotak berwarna hitam.

Artis yang mana selalu berpakaian nyentrik tersebut ketika tiba di lokasi pemeriksaan malah menolak untuk diambil gambarnya dan diwawancarai oleh pihak awak jurnalis dengan nada tinggi.

“Saya enggak mau dishoot, stop. Saya enggak mau ada kamera-kamera” tegas Syahrini di depan ruang pemeriksaan yang ada di lantai 1 di kantor Bareskrim Polri di gedung Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, pada Rabu (27/09/2017).

Seperti yang diketahui, Syahrini sendiri pernah dalam mengendors atau mengiklankan PT Fisrt Anugrah Karya Wisata (First Travel) yang mana untuk saat ini Direktur Utama Andhika Surachman, Direktur Anniesa Hasibuan dan Komisaris Keuangan Siti Nurhaidah alias Kiki Hasibuan, sudah ditangkap dan menjadi tersangka atas dugaan kasus penipuan terhadap puluhan ribu calon jamaah hai yang ingin melakukan umrah.

Untuk ketiga tersangka tersebut kini sudah dikenakan pasal 372 dan pasal 378 KUHP mengenai soal Penggelapan dan juga Penipuan. Keduanya juga kini sudah dikenakan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).