Awas Risiko Kebotakan, Prediksikan Kerontokan Rambut Sejak Dini

Awas Risiko Kebotakan, Prediksikan Kerontokan Rambut Sejak Dini

Lifestyle – Bursabola.biz, Rambut rontok merupakan salah satu musuh semua orang, tentunya efek tersebut dapat terjadi dengan adanya tanda-tanda rambut menipis, bahkan beberapa orang ada yang hingga mengalami kebotakan. Nah, apabila hal tersebut mempengaruhi rasa percaya diri Anda, maka tenang saja,akan ada banyak cara dalam memprediksi rambut yang rontok, sebelum keadaannya menjadi semakin kian buruk.

Seperti yang dilangsir dari laman kecantikan, pada Jumat (18/08/2017), rambut rontok juga cenderung terjadi karena berbagai alasan, yang paling utama yaitu karena faktor gen. Ya, tentunya rambut rontok dapat berasal dari gen kedua sisi keluarga Anda.

Faktanya akan adasatu hormon yang memainkan peran paling penting yakni dihydrotestosterone (DHT). DHT sebenarnya memiliki reaksi positif terhadap adanya perkembangan organ seks pria.

Kemudian juga ada salah satu alasan mengapa rambut menjadi rentan mengalami kerontokan seperti karena adanya sensitivitas tinggi terhadap DHT. Hal ini dapat menjadikan para peneliti sulit dalam menentukan kombinasi gen yang tepat untuk mengatasi rambut rontok.

Seperti yang Anda ketahui, bila pria yang mempunyai kecenderungan rambut rontok akan lebih tinggi daripada kaum wanita. Dan hal ini juga telah dijelaskan oleh American Hair Loss Association yang menyatakan bahwa hampir 2/3 pria akan mengalami yang namanya rambut rontok seiring dengan bertambahnya usia.

Dan umumnya, garis rambut di bagian depan akan segera menyurut. Seiring dengan berjalannya waktu, rambut akan menjadi semakin naik ke atas dan berhenti tumbuh sama sekali.

Sedangkan untuk rambut rontok yang terjadi pada kaum wanita tidak akan terjadi di tingkat yang sama seperti pria. Diketahui sekitar 1/3 wanita akan mengalami beberapa jenis rambut rontok.

Selain itu, rambut rontok tidak akan dapat menyebabkan kebotakan total bagi wanita. Supaya Anda dapat memprediksi rambut rontok, maka Anda dapat melakukan tes genetik.